Beranda > Dari Dosen, Teori Hukum > H.L.A. HART: The Concept of Law

H.L.A. HART: The Concept of Law

  1. Aspek-Aspek Pokok Suatu Sistem Hukum:
    1. Aturan-aturan yang melarang atau memerintahkan suatu perbuatan dengan ancaman hukuman.
    2. Aturan-aturan yang menuntut seseorang yang merugikan orang lain untuk memberikan ganti rugi.
    3. Aturan-aturan yang menetapkan apa yang harus dipenuhi dalam pembuatan wasiat, kontrak, atau pengaturan-pengaturan lain yang memberikan hak dan menimbulkan kewajiban.
    4. Pengadilan-pengadilan yang memutuskan apa aturannya dan apakah terjadi pelanggaran aturan, dan menentukan hukuman atau ganti rugi yang harus dibayar.
    5. Badan legislatif yang membuat aturan baru atau menghapuskan yang lama.
  2. What is law ?
    1. Basic proposition : “The most prominent general feature of law at all times and places is that its existence means that certain kind of human conducts are no longer optional but in some sense obligatory”
    2. Perbedaan antara “being obliged” (tanpa authority) dan “under obligation” (concept of duty).
  3. Kritik Hart atas teori perintah (Positivisme Hukum dari Bentham dan Austin)
    1. Hukum, hukum pidana sekali pun tidak dapat disamakan dengan tuntutan memaksa seorang penodong, karena ditujukan pada umum, bukan pada orang tertentu dan bahkan berlaku bagi mereka yang menjalankannya.
    2. Beberapa macam hukum tidak menetapkan kewajiban tetapi menciptakan kewenangan, misalnya kewenangan legislatif, kewenangan membuat hubungan hukum.
    3. Tak semua aturan hukum muncul dari proses perintah, misal dari kebiasaan.
    4. Konsep kedaulatan yang lepas dari segala kekangan hukum tidak mampu menjawab kesinambungan hukum yang menjadi ciri suatu sistem hukum modern.
  4. The importance of rules. The Rules form a normative regulatory structure which exists as a system rather than as a pattern of discrete command.
  5. The union of primary and secondary rules
    1. Aturan primer yang meletakkan hak dan kewajiban tidak dapat eksis dalam isolasi.
    2. Tiga kelemahan aturan primer:
      1. Penerapan aturan primer bisa tidak pasti karena tidak ada prosedur untuk menafsirkan dan menentukan ruang lingkupnya jika tidak jelas.
      2. Aturan-aturan ini statis karena satu-satunya mekanisme bagi perubahannya adalah proses kebiasaan yang sangat lambat.
      3. Mempertahankan aturan ini tidak efisien karena tidak ada mekanisme untuk menyelesaikan persengketaan tentang penerapannya.
    3. Oleh karena itu dibutuhkan Secondary Rules
  6. Secondary Rules
    1. Fungsi: “… specify the way in which the primary rules may be conclusively ascertained, introduced, eliminated, varied, and the fact of their violation conclusively determined …”
    2. Macam-Macam Secondary Rules:
      1. Rules of Recognition
      2. Rules of Change
      3. Rules of Adjudication
  7. Rules of recognition:  suatu kriteria identifikasi (mungkin lebih dari satu aturan), aturan ini menetapkan dan membatasi kewenangan legislatif, dan memberikan pembatasan konstitusional atas penguasa.
  8. Rules of change: aturan yang menetapkan mekanisme perubahan dan penghapusan.
  9. Rules of adjudication: berfungsi di pengadilan atau lembaga serupa.
  10. Makna yang ditimbulkan dari kebutuhan dasar ini: If the system is fair and caters for the vital interests of all those from whom it demands obedience, it may retain their allegiance for most of the time, and will accordingly be stable. But a narrow and exclusive system in the interests of the dominant group may be continually more repressive and unstable with the latent threat of upheaval.
  11. Hart’s minimum content of natural law: “The general argument that without such a content, laws and morals could not forward the minimum purpose of survival which men have in associating with each other”.
  12. Lima truism agar hukum dapat berfungsi:
    1. Human vulnerability, which dictates the proscription of the major crimes of violence.
    2. Approximate equality, meaning that although human beings have different capacities no person is so overwhelmingly powerful as to be able to sustain permanent dominance by individual effort. Thus there is a need for a system of mutual forbearance and compromise which is the best of both legal and moral obligation.
    3. Limited altruism, which makes rules of mutual forbearance necessary to secure a balance between altruistic and selfish inclinations in a social pattern of life.
    4. Limited resources, which, since necessities are not infinitely available and can be won only through labour, demands some system of entitlement to property.
    5. Limited understanding and strength of will. Which tempt individuals into deviant or anti social conduct for short term personal gain and render sanction necessary.
  13. Hart dan analisis moral atas hukum positif: Perdebatan antara Hart dan Lon L. Fuller mengenai grudge cases pada masa Nazi Jerman.
  1. Buildbox Crack premium
    15 Juni 2016 pukul 15:14

    Wouldn’t a black plate absorb more sun than a white plate, which would reflect sun?

  2. muhammad yamin
    27 Desember 2014 pukul 10:20

    saya sedang mencari pendapat L.A.H. Hart tentang pandangannya terhadap moral. mohon informasinya

  3. 12 September 2014 pukul 09:12

    Every weekend i used to visit this web site, as i want enjoyment, as this this website conations genuinely fastidious funny data too.

  4. 22 Agustus 2014 pukul 07:59

    You can definitely see your expertise within the work you
    write. The sector hopes for even more passionate writers like you who are not afraid
    to say how they believe. All the time follow your heart.

  5. 29 Juli 2014 pukul 21:51

    Deciding what clothing to bring with you on your business trip is a major part of the
    packing process. I called the San Juan police who never called me back.
    Hang luggage on a bike hook from the garage ceiling.

  6. 29 Juli 2014 pukul 08:21

    Hi there, every time i used to check website posts here in the early hours in the break of
    day, as i love to gain knowledge of more and more.

  7. 25 Juli 2013 pukul 15:46

    Nice post. I used to be checking constantly this weblog and I’m inspired! Extremely helpful information particularly the final phase🙂 I handle such info much. I used to be looking for this particular information for a long time. Thanks and good luck.

  8. 16 April 2013 pukul 23:57

    hello there and thank you for your info – I have certainly picked up anything new from right here.

    I did however expertise some technical issues using this website, as I experienced to reload the web site many times previous to I could get it to load properly.
    I had been wondering if your web host is OK? Not that I’m complaining, but slow loading instances times will very frequently affect your placement in google and can damage your high quality score if ads and marketing with Adwords. Well I am adding this RSS to my email and can look out for a lot more of your respective exciting content. Make sure you update this again soon.

  9. hortina bayanihan
    16 Agustus 2010 pukul 04:51

    rules of recognition, merupakan suatu kriteria identifikasi hukum mana yang dianggap sah dan untuk sistem hukum mana aturan tersebut berlaku, rules of adjudication,siapa yang berhak memaksakan aturan tersebut dan ketentuan tersebut untuk sistem hukum yang mana , rules of change , siapa dan bagaimana mekanisme perubahan/penghapusan aturan hukum tersebut, demikian sepanjang pengetahuanku mengenai teori sistem hukum Hart. dan kalau ini diaplikasikan kepada perumusan pembuatan peruundang-undangan (suatu sistem hukum) dan antar sistem hukum maka akan sangat membantu untuk menegakkan kultur setiap sistem hukum dengan tetap menjaga harmonisasi antar sistem hukum tersebut, dalam arti dalam menegakkan sistem hukum yang satu tanpa harus merobohkan kultur sistem hakum lain, tapi kalau benar pengertian hart seperti yang saya pahami di atas. karena pemahaman saya tentang teori hart hanya masih terbatas pada literatur dari buku toeri hukum di indonesia

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: