Beranda > Dari Dosen, Metodologi Penelitian dan Penulisan Hukum > Masalah-Masalah Dalam Penenelitian

Masalah-Masalah Dalam Penenelitian

Bagi sebagian mahasiswa ketika dihadapkan kepada penelitian hukum baik untuk kepentingan Tugas Akhir atau kepentingan tertentu sering kali mengalami masalah-masalah mulai dari pencarian topik penilitian sampai kepada presentasi laporan penelitian. Pada tulisan akan mencoba melihat masalah-masalah tersebut dalam hal penyusunan perencanaan penelitian yang diikuti dengan cara bagaimana menyelesaikannya. Ini adalah bahan presentasi pada mata kuliah Metodologi Penelitian dan Penulisan Hukum dalam asuhan Bp. Dr. Rantauan Janim, SH., MH. Sistem pengajaran yang Beliau berikan sangat baik melalui keterlibatan mahasiswa dalam proses pembelajaran baik dengan penugasan prosal penelitian maupun diskusi pada setiap tatap muka.

Diantara poin-poin penting masalah dan cara mengatasinya adalah sebagai berikut:

  1. Keluhan-keluhan / kesulitan-kesulitan masalah dalam melakukan penelitian
    1. Mendapatkan topik penelitian
    2. Tidak mampu menemukan maslah penelitian
    3. Tidak tahu bagaimana merumuskan masalah penelitian
    4. Tidak tahu bagaimana menentukan criteria penelitian yang baik
    5. Tidak tahu bagaimana menyusun instrument penelitian
    6. Mengapa perumusan masalah penelitaian merupakan tahap yang sangat penting?
      1. Berfungsi sebagai pengarah penelitian
      2. Pengorganisasian penelitian
      3. Penentu pendekatan penelitian
      4. Bila perumusan masalah penelitian tidak baik, maka penelitian akan tidak jelas arahnya.
      5. Faktor penentu penelitian yang lain adalah “instrument ukur”
        1. Penelitian yang baik, dalam arti valid dan reliable, karena data yang akurat hanya dapat dikumpulkan peneliti melalui instrument ukur yang memenuhi syarat tadi.
        2. Perumusan penelitian untuk ilmu-ilmu sosial dan budaya akan menjadi lebih sulit dan komplek karena menyangkut variabel-variabel yang banyak.
        3. Hubungan sebab akibat dalam ilmu sosial menjadi rumit karena ciri sebab yang “multi causal”.
        4. Tujuan
          1. Memahami tahap-tahap penelitian
          2. Mampu merumuskan permasalahan penelitian yang benar
          3. Mampu membuat instrument ukur penelitian
          4. Memahami hakikat data
          5. Mampu mengolah data
          6. Mampu menganalisis data
          7. Mampu menafsirkan/interpretasi data
          8. Mampu menyusun laporan penelitian
          9. Banyak para calon sarjana atau bahkan sarjana yang “buta” maslah, yakni tidak mampu melaihat adanya suatu problema.
          10. Untuk itu sangat perlu bagi mahasiswa untuk membiasakn dan melatih diri dalam nenemukan masalah dalam bidang atau hal-hal yang awalnya dianggap “biasa”.
          11. Apa yang dimaksud dengan masalah atau problema?
            1. Suatu kejadian atau keadaan, seringkali disebut masalah
            2. Tapi tidak semua kejadian / keadaan dapat disebut sebagai masalah
            3. Maslah adalah suatu kejadian atau keadaan yang menimbulkan pertanyaaan dalam diri kita tentang kedudukannya, kita tidak puas hanya dengan melihatnya saja, melainkan kita ingin mengetahuinya lebih dalam.
            4. Masalah berhbungan dengan ilmu (science) dan ilmu akan selalu mengemukakan pertanyaan:
              1. Bagaimana duduk persoalannya?, dan
              2. Apa yang menjadi sebabnya?.
  2. Masalah juga dapat didefinisikan dengan: kesenjangan antara das sein dengan das sollen.
  3. Dari seorang calon sarjana atau sarjana (intelektual) diharapkan agar sanggup melihat masalah-masalah / problema-problema sosial (hukum) di lingkungan sekitarnya (sense of law).
  4. Upaya-upaya mendapatkan topik dan masalah penelitian yang baik:
    1. Topik/masalah sebaiknya timbul dan lahir dari pikiran sendiri dan sungguh-sungguh menarik minat kita.
    2. Berdasarkan pengalamannya sendiri dan benar-benar dirasakan sendiri.
    3. Dengan demikian akan lebih didorong oleh motivasi untuk memecahkannya.
    4. Sebaiknya dari bidang yang memang dilaksanakn dan diamatinya sehari-hari di sekitar kita dengan pikiran kritis dan problematic dengan berusaha melihat kekurangan dan perbedaanya dengan situasi di tempat lain.
    5. Mempertimbangkan keadaan dan suasana sosial kita. Misalnya: apakah hal yang kita oilih itu tidak bertentangan dengan agama, politik negara, kepentingan-kepentingan golongan tertentu, biaya dan lainnya.
    6. Memilih masalah tidak semata-mata pentingnya maslah dan keinginan kita, tapi juga harus dipertimbangkan cukup tidaknya bahan dan data yang dapat diperoleh / dikumpulkan.
    7. Pokok masalah hendaknya jangan terlalu luas, tetapi cukup sempit dan terbatas untuk ditelaah secara mendalam.
    8. Memenuhi syarat-syarat yang ditentukan oleh fakultas/jurusan.
    9. Harus dalam batas kesanggupan kita untuk melaksanakan dan menyelesaikannya.
    10. Tahap-tahap awal penelitian
      1. Mencari sponsor, penasehat atau pembimbing;
      2. Melengkapi syarat-syarat resmi, agar topik penelitian dapat diterima;
      3. Menentukan jenis topik / masalah yang sesuai dengan taraf kajian seorang sarjana untuk diteliti dan dipecahkan;
      4. Mengumpulkan bahan-bahan / keterangan-keterangan dan penjelasan apa yang harus dikemukakan untuk menunjukkan pentingnya topik / pokok masalah yang telah dipilih;
      5. Bagaimana topik atau masalah tersebut harus dirumuskan dan dibatasi sehingga dapat dipelajari dan diteliti dengan wajar.
      6. Bagaimanakah memilih cara / metode yang cocok untuk meneliti dan memcahkan masalah yang akan diteliti.
      7. Mengetahui dan menentukan sasaran tempat untuk mendapatkan data yang diperlukan (primer/skunder) sudah pernah ditulis oleh orang lain kita tinggal analisa.
      8. Bagaimana teknik pengumpulan data.
      9. Bagaimana teknik pengolahan / analisis data.
      10. Kesimpulan / konklusi / solusi apa yang harus diambil dari penelitian.
      11. Hakekat Penelitian (Research)
        1. Riset pada hakikatnya adalah sebuah upaya pencarian.
        2. Lewat penelitian, orang mencari: temuan-temuan baru, berupa pengetahuan yang benar (truth, trueknowledge) yang dapat dipakai untuk menjawab suatu pertanyaan atau untuk memecahkan suatu masalah (problem).
        3. Upaya-upaya pencarian untuk menemukan jawaban yang diperlukan orang terlebih dahulu harus mengetahui:
          1. Informasi apa yang sesungguhnya ingin diperoleh;
          2. Dimana kira-kira letak sumber-sumber untuk mendapatkan / menghasilkan informasi / data yang diperlukan;
          3. Bagaimana cara-cara / metode pencarian / penemuannya.
          4. Sumber-Sumber Penelitian
            1. Sumber pengetahuan yang siap pakai:
              1. Para guru: tokoh-tokoh berwibawa yang dianggap serba tahu dan maha tahu.
              2. Dari cara ini  diperoleh pengetahuan yang bersifat: dapat diduga, atau berupa pengetahuan-pengetahuan hasil bahan yang telah jadi dan disiapkan (parate kennis).
  5. Sumber yang menyediakan matei mentah (data):
    1. Yang masih harus dioleh melalui metode ketentuan sebelum bias menghasilkan pengetahuan yang bisa dipakai untuk menjawab masalah yang diajukan:
      1. Melalui cara mencari / membaca buku-buku / referensi / teks (library research).
      2. Sumber-sumber dari yang berada di sekelilingnya: manusia-manusia, kejadian-kejadian, hasil-hasil pengamatan, dan lainnya.
  6. Penelitian Sosial (Hukum): aktivitas ilmiah berdasarkan suatu studi yang sistememtis yang mempergunakan metode-metode logis dan sistematis, bertujuan mengadakan verifikasi terhadap fakta-fakta lama dan menemukan fakta-fakta baru dengan jalan menganalisis sebab-sebab, terjadinya proses, interrelasi dari proses-proses dan tangkaian urutan proses-proses tersebut, yang kemudaian menemukan “dalil-dalil” atau prinsip-prinsip umum dari proses tersebut.
  7. Jenis-Jenis Penelitian Hukum. Dalam suatu penelitian pada umumnya dibedakan antara data yang diperoleh secara langsung dari masyarakat dan dari bahan-bahan pustaka:
    1. Data yang diperoleh dari masyarakat secara langsung disebut “data primer”, dan
    2. Data yang diperoleh dari bahan pustaka dinamakan “data sekunder”.
  8. Di dalam penelitain hukum, data sekunder mencakup:
    1. Bahan hukum primer, yaitu bahan-bahan hukum yang mengikat, antara lain:
      1. Norma dasar: pembukaan UUD 1945
      2. Peraturan dasar: batang tubuh UUD 1945 dan Tap MPR
      3. Peraturan perundang-undangan: Undang-Undang, PP, Kepres, Kepmen, dan Perda
      4. Bahan hukum yang tidak dikodifikasi: hukum adat
      5. Yurisprudensi
      6. Traktat
      7. Bahan-bahan hukum jaman penjajah yang masih berlaku: KUHD
      8. Bahan hukum sekunder, yaitu bahan-bahan yang memberikan penjelasan mengenai bahan hukum primer, misalnya: RUU, hasil-hasil penelitian, buku-buku hukum, dan lainnya.
      9. Bahan hukukm tersier: bahan-bahan yang memberikan petunjuk maupun penjelasan terhadap bahan hukum primer, misalnya: kamus hukum, ensiklopedia, indeks, dan lainnya.
  9. Penelitian hukum yang dilakukan dengan cara meneliti bahan pustaka tau data sekunder saja, dinamakan penelitian hukum normative atau kepustakaan, di samping adanya penelitain hukum sosiologis atau empiris (data primer).
  10. Penelitian hukum normatif / kepustkaaan meliputi:
    1. Penelitian terhadap asas-asas hukum;
    2. Penelitian terhadap sistematik hukum;
    3. Penelitian terhadap taraf sinkronisasi vertical dan horizontal;
    4. Perbandingan hukum;
    5. Sejarah hukum.
  11. Penelitian Hukum: merupakan sarana pokok dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, oleh karena penelitian bertujuan untuk mengungkapkan kebenaran secara sistematis, metodologis dna konsisten dengan mengadakan analisis dan konstruksi.
  12. Penelitian Hukum: harus senantiasa diserasikan dengan disiplin hukum yang merupakan sustu sistem ajaran tentang hukum sebagai norma dan kenyataan.
  13. Singkatnya secara teknis, bahasa yang digunakan untuk merumuskan judul penelitian harus dapat dimengerti dengan mudah.
  14. Perumusan judul memerlukan latihan-latihan, oleh karena itu memerlukan suatu daya dan kemampuan abstraksi yang relatif kuat.
  15. Penyusunan Latar Belakang Masalah Penelitian
    1. Sebelum merumuskan masalah baik dalam penelitian maupun penul.isan hukum, terlebih dahulu harus disusun latar belakang dari masalah tersebut, agar diperoleh gambaran yang lengkap tentang latar belakang dari masalah yang akan diteliti atau ditulis serta dapat dipeoleh suatu pedoman yang mantap untuk merumuskan persoalan yang akan diteliti.
    2. Penyusunan latar belakang relatif dianggap baik, apabila mencakup hal-hal sebagai berikut:
      1. Situasi atau keadaan dimana diduga bahwa masalah yang ingin diteliti atau timbul;
      2. Alasan-alasan atau sebab-sebab mangapa peneliti ingin menelaaah masalah-masalah tersebuy secata mendalam;
      3. Hal-hal yang telah atau belum diketahui mengenai masalah yang akan diteliti atau ditulis;
      4. Alasan-alasan tentang penting dan perlunya penelitian tersebut dilakukan;
      5. Penugasan bahwa penelitian tersebut dapat mengisi kekosongan-kekosongan yang ada.
      6. Perumusan Masalah
        1. Sebelum seorang peneliti atau penulis merumuskan judul, maka biasanya dia merumuskan masalahnya terlebih dahulu;
        2. Tetapi di atas kertas, dia akan mulai dengan perumusan judul terlebih dahulu;
        3. Suatu masalah sebenarnya adalah suatu proses yang mengalami hambatan atau rintangan dalam mencapai tujuanya. Biasanya halangan itu akan diatasi atau dipecahkan menjadi tujuan penelitian.
        4. Menurut bentuknya, penelitian dikelompokan menjadi:
          1. Penelitian Diagnostik, yaitu suatu penelitian hukum mendapatkan keterangan mengenai sebab-sebab terjadinya suatu gejala atau beberapa gejala;
          2. Penelitian Preskriptif, penelitian untuk mendapatkan salah-salah mengenai apa yang harus dilakukan untuk mengatasi masalah-masalah tertentu;
          3. Penelitian Evaluatif, apabila penelitain itu bertujuan ingin menilai program-program yang telah dilaksanakan.
          4. Menurut tujuannya:
            1. Penelitian fact-finding: penelitian yang bertujuan untuk menemukan fakta-fakta belaka;
            2. Penelitian problem finding: menemukan masalah;
            3. Penelitian problem indentification;
            4. Penelitian problem solution.
            5. Menurut penerapannya:
              1. Penelitian Murni (Pure Research), dasar, basic research, yaitu penelitian yang biasanya ditujukan untuk kepentingan pengembangan ilmu itu sendiri atau teori-teori;
              2. Penelitian yang berfokuskan masalah (problem focused research), yaitu penelitian tentang kaitan antara bidang teori dengan bidang praktis, yang sebenarnya menghubungkan antara penelitian murni dan penelitian terapan;
              3. Penelitian terapan atau terpakai, yaitu yang tujuannya untuk memecahkan masalah-masalah kemasyarakatan yang sifatnya praktis.
              4. Menurut ilmu atau teori yang digunakan:
                1. Mona Disipliner;
                2. Multi Disipliner; dan
                3. Inter Disipliner.
                4. Penelitian hukum, adalah suatu kegiatan ilmiah yang didasarkan pada merode, sistematika dan pemikiran tertentu, yang bertujuan untuk mempelajari satu atau beberapa gejala hukum tertentu, dengan jalan menganalisisnya, yang kemudian diadakan pemeriksaan yang mendalam terhadap faktar hukum tersebut, untuk kemudian mengusahakan suatu pemecahan atas permasalah-permasalahan yang timbul pada gejala yang bersangkutan.
                5. Di dalam penelitian hukum, seorang peneliti seharusnya selalu mengkaitkannya dengan arti-arti yang mungkin dapat diuraikan pada hukum. Misalnya:
                  1. Hukum dalam arti ilmu pengetahuan
                  2. Hukum dalam arti disiplin atau sistem ajaran tentang kenyatan
                  3. Hukum dalam arti kaidah atu norma
                  4. Hukum dalam arti tata hukum atau hukum positif tertulis
                  5. Hukum dalam arti keputusan pejabat
                  6. Hukum dalam arti petugas
                  7. Hukum dalam arti proses pemerintahan
                  8. Hukum dalam arti perilaku yang teratur dan ajeg
                  9. Hukum dalam arti jalinan nilai-nilai
                  10. Penelitian hukum bertujuan untuk memberikan kemapuan dan keterampilan untuk mengungkapkan kebenaran, melalui kegiatan-kegiatan yang sistematis, metodologis dan konsisten.
                  11. Hukum, baik sebagai kaedah maupun sebagai perilaku yang teratur akan selalu berproses, jadi tidak ada hukum yang stagnan.
                  12. Mengikuti berprosesnya hukum tidak akan mungkin untuk dilakukan, tanpa penelitian
                  13. Macam-macam penelitian hukum:
                    1. Menurut sifatnya:
                      1. Penelitian Eksploratoris atau pencegahan atau biasa disebut dengan feasibility studi, yaitu suatu penelitian yang dilakukan apabila pengetahuan tentang suatu gejala yang akan diselidiki masih kurang sekali atau bahkan tidak ada. Jadi bermaksud untuk memperoleh data awal;
                      2. Penelitian deskriptif, dimaksudkan untuk memberikan data yang seteliti mungkin tentan manusia, keadaan atau gejala-gejala lainnya. Maksudnya untuk mempertegas hipotesa-hipotesa agar dapat membantu untuk memperkuat teori-teori lama atau dalam rangka menyusun teori baru;
                      3. Penelitian eksploratoris atau menerangkan: yang dimaksukan untuk menguji hipotesa-hipotesa tertentu.
                      4. Perencanaan Penelitian
                        1. Suatu penelitian harus selalu dimulai dengan suatu perencanaan yang seksama:
                          1. Perencanaan dalam bidang ilmiah manapun mengikuti suatu logika berfikir yang sama;
                          2. Perencanaan merupakan serentetan petunjuk-petunjuk yang disusun secara logis dan sistematis dengan pemikiran yang seksama;
                          3. Diterimanya suatu usul penelitian atau berhasil tidaknya suatu penelitian sebagian besar ditentukan oleh perencanaannya;
                          4. Suatu perencanaan mempunyai sifat sementara, kerena dapat dimungkinkan adanya perubahan atau penyesuaian, asal syarat-syarat nilai-nilai ilmiahnya tetap dipertahankan.
  16. Perencanaan penelitian umunya dapat dibagi dalam delapan tahap:
    1. Pemilihan persoalan (masalah);
    2. Penentuan ruang lingkup penelitian;
    3. Perumusan kerangka atau landasan teoritis;
    4. Penentuan konsep-konsep;
    5. Pemilihan metode pelaksanaan penelitian;
    6. Perencanaan samping.
  1. 12 Juli 2013 pukul 16:10

    Hi there, this weekend is pleasant designed for me,
    for the reason that this point in time i am reading this fantastic informative post here at my house.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: