Beranda > Aspek Pengubah Hukum, Catatan Kuliah > Legalistik vs Legistik

Legalistik vs Legistik

LEGALISTIK VS LEGISTIK

Catatan 080329

Aspek-Aspek Pengubah Hukum, Prof. Dr. Abdul Gani Abdullah, SH

Hukum sebagaimana dipahami sebagai suatu tatanan yang menunjukkan bahwa suatu masyarakat ada. Seberapa banyak atau sedikitnya suatu masyarakat, ada hukum yang menentukan pola interaksi di dalamnya, sekecil apa pun hukum tersebut, tertulis atau tidak. Dengan kata lain, tidak ada masyarakat tanpa hukum dan sebaliknya tidak ada hukum tanpa masyarakat.

Sesuai dengan perkembangan masyarakat, hukum pun berubah dari satu masa ke masa lain seiring dengan kebutuhan anggota masyarakat yang terikat di dalamnya. Pada tahap awal hukum hanya berupa norma-norma yang harus dipatuhi oleh anggota masyarakat, dimana mereka akan mendapat hukuman bila melanggarnya. Norma sopan-santun contohnya, merupakan hukum yang tidak tertulis bagi suatu masyarakat sederhana, yang akan menghukum pelanggarnya dengan pengucilan dari lingkungannya, atau penghardikan bila pelakunya lebih muda.

Dari hukum yang sederhana ini berkembang menjadi hukum yang lebih kompleks dengan mengatur berbagai aspek kehidupan masyarakat. Semakin kompleksnya bidang yang diatur hukum membentuk sebuah sistem hukum untuk mensinergikan bidang-bidang tersebut sehingga tercapai hukum dalam sebuah susunan yang saling menguatkan.

Perkembangan-perkembangan hukum ini terdiri dari rangkaian perubahan-perubahan hukum dari waktu ke waktu. Perubahan ini tidak serta merta tanpa ada suatu sebab atau faktot penyebabnya. Walaupun secara umum perubahan tersebut ditentukan oleh perubahan masyarakat. Namun, perubahan masyarakat seperti apakah yang dimaksud?.

Legalistik

Masyarakat adalah kumpulan manusia atau kelompok manusia yang mempunyai keterikatan secara hukum maupun non hukum dan mendiami suatu kawasan tertentu. Dalam proses bermasyarakat tersebut, terjadi interaksi antara  Manusia mempunyai sifat dasar untuk mengetahui segala sesuatu yang ada di lingkungan sekitarnya. Lingkungan bisa sesama manusia, mahluk hidup yang lain maupun lingkungan

Istilah legalistik berakar dari kata ”legal” artinya: hukum atau penghukuman, dan sah atau pengesahan. Secara bahasa isitilah ini dipahami sebagai proses pemberian justifikasi hukum terhapat suatu realitas sosial.

  1. cikillotto
    29 Agustus 2013 pukul 18:17

    hello

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: