Beranda > Hukum Ekonomi Politik, Tugas Individu, Tugas Kelompok > Investasi Sektor Riil Dan Sektor Non-Riil Dalam Perspektif Ekonomi Islam_Bagian 1

Investasi Sektor Riil Dan Sektor Non-Riil Dalam Perspektif Ekonomi Islam_Bagian 1

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Setiap manusia mempunyai kebutuhan yang tidak pernah habis selama kehidupannya. Jika suatu kebutuhan sudah terpenuhi, maka akan ada kebutuhan lainnya menyusul. Dalam dimensi waktu, ketika kebutuhan dasar saat ini semuanya sudah terpenuhi, maka seseorang cenderung untuk khawatir terhadap masa mendatang apakah ia dapat memenuhinya seperti saat ini. Karena alasan itulah ia akan berusaha semaksimal mungkin untuk mengumpulkan cadangan kebutuhan yang diharapkan akan mencukupinya di masa datang. Ketika cadangan kebutuhan ini -yang biasanya telah tertransformasi menjadi harta atau uang- terkumpul, maka faktor keamanan dibutuhkan, aman dari gangguan faktor dari luar maupun dari dalam dengan berkurangnya nilai ekonomis dari cadangan kebutuhan ini. Hal ini dikarenakan bahwa pada hakikatnya suatu barang berkurang nilainya jika disimpan meskipun tidak pernah digunakan. Berdasarkan hal tersebut, maka seseorang akan berupaya untuk mempertahan nilai ekonomis dari cadangan kebutuhan yang ia miliki bahkan ingin mempertinggi nilainya sehingga persediaan untuk masa depan akan semakin bertambah. Hal inilah yang mendasari seseorang berinvestasi.

Berbagai cara ditempuh untuk menginvestasikan hartanya pada berbagai bidang kehidupan mulai dari baik investasi pada sektor riil maupun sektor non riil dengan tujuan mendapatkan keuntungan untuk menambah kekayaannya. Dalam ekonomi konvensional kapitalis, dalam hal bidang dan cara berinvestasi seseorang dapat dengan bebas melakukannya sepanjang ia dapat memperoleh keuntungan (return).

Secara singkat bahwa hanya ada dua alasan mengapa sampai sekarang ini orang tetap menabung dan berinvestasi:[1]

1)      Karena income mereka di masa depan tidak pasti.

2)      Karena keadaan ekonomi orang tersebut dan kebahagiaan mereka di masa depan tergantung pada kepastian income masa depan mereka.

Saat ini invetasi non riil sangat berkembang dan cenderung lebih diminati masyarakat  dalam dari pada sektor riil. Hal ini disebabkan karena untuk berinvestasi disektor non riil seseorang tidak perlu harus memiliki modal  ratusan juta akan tetapi dengan modal kecil pun sesorang dapat berinvestasi. Sedangkan  berinvestasi  di sektor riil seseorang diperlukan modal yang cukup besar dan resikonya pun cukup besar. Disamping itu masyarakat yang berinvestasi  hanya melihat dari tren dan  melihat bagaimana untuk memperoleh keuntungan semaksimal mungkin dan mudah. sehingga masyarakat tidak melihat apakah investasinya tersebut sesuai atau tidak menurut ajaran Islam. Salah satunya  investasi non riil yang berkembang saat ini adalah melalui transaksi maya (virtual transaction) melalui transaksi derivatif yang penuh ribawi. Transaksi maya sangat dominan ketimbang transaksi riil. Transaksi maya mencapai lebih dari 95 persen dari seluruh transaksi dunia. Sementara transaksi di sektor riel berupa perdagngan barang dan jasa hanya sekitar lima persen saja.[2]

Islam mengajarkan agar manusia dalam menjalani kehidupannya harus secara benar sebagaimana yang diatur  oleh Allah SWT dengan  berusaha untuk  benar dan menjalani hidup seseuai dengan syariat islam inilah yang menjadikan hidup  seseorang bernilai tinggi.  Ukuran baik buruk kehidupan sesungguhnya tidak diukur dari indicator-indikator lain melainkan sejauh mana seorang manusia berpegang teguh pada kebenaran. Untuk itu manusia membutuhkan suatu pedoman tentang kebenaran dalam hidup. Dan di dalam agama Islam telah tercakup  segalanya yakni Islam telah menyiapkan berbagai perangkat aturan – aturan yang lengkap bagi kehidupan manusia didalam berbagai bidang termasuk bidang ekonomi  misalnya investasi. Dengan demikian maka  dalam menentukan pilihan untuk berinvestasi ini apakah telah sesuai dengan ajaran syariat dan bagaimana seharusnya umat islam melakukan investasi baik pada sektor riil maupun non riil yang dibenarkan menurut dasar hukum al-Quran dan Hadis?, lalu investasi seperti apakah yang ditawarkan islam?. Inilah beberapa pertanyaan yang akan dicoba untuk dipaparkan dalam tulisan ini.

B. Perumusan Masalah

Untuk mempermudah dalam pemahaman tulisan ini, berikut akan dirumuskan masalah-masalah yang akan menjadi objek kajian berdasarkan pada latar belakang di atas:

  1. Bagaimana pandangan ekonomi islam terhadap investasi pada sektor riil?
  2. Bagaimana pandangan ekonomi islam terhadap investasi pada sektor non riil?
  3. Investasi sektor riil seperti apakah yang dibenarkan menurut ekonomi islam?
  4. Investasi sektor non riil seperti apakah yang dibenarkan menurut ekonomi islam?

C. Sistimatika Paper

Tulisan ini akan dibagi menjadi 5 (lima) bab yang masing-masing terdiri dari beberapa subbab yang akan mencoba membahas berdasarkan perumusan masalah tersebut diatas. Adapu kelima bab itu adalah sebagai berikut:

BAB I PENDAHULUAN terdiri dari: A. Latar Belakang, B. Perumusan Masalah, dan C. Sistimatika Paper.

BAB II TINJAUAN YURIDIS mencakup: A. Landasan Hukum Investasi Sektor Riil Menurut Ekonomi Islam, dan B. Landasan Hukum Investasi Sektor Non Riil dalam Ekonomi Islam.

BAB III KERANGKA TEORI yang akan membahas: A. Pengertian Investasi Sektor Riil dan Non Riil, B. Perbedaan Investasi Konvensional dan Investasi Ekonomi Islam (Syariah), C. Investasi Sektor Riil, dan D. Investasi Sektor Non Riil.

BAB IV ANALISA meliputi: A. Pandangan Ekonomi Islam terhadap Investasi Sektor Riil, B. Pandangan Ekonomi Islam Terhadap Investasi Sektor Non Riil, C. Bentuk-Bentuk Investasi Sektor Rill Menurut Ekonomi Islam, dan D. Bentuk-Bentuk Investasi Sektor Non Rill Menurut Ekonomi Islam.

BAB V PENUTUP dibagi menjadi dua bagian, yaitu: A. Kesimpulan, dan B. Saran.


[1] http://ressud.wordpress.com/jemaat-menulis/mengapa-kita-menabung-dan-berinvestasi/, 15 Januari 2009.

[2] http://thewinnerlife.blogspot.com/2008/11/akar-krisis-ekonomi-dunia-perspektif.html, 15 Januari 2009.

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: