Beranda > Sarjana Hukum, Tulisan Lain > Metode Penelitian Fiqih

Metode Penelitian Fiqih

I.   PENDAHULUAN

Fiqih merupakan bagian  dari entitas kehidupaan di  dunia islam dan menjadi salah satu subyek dalam pengkajian islam, baik di Indonesia maupun pada umumnya. Fiqih dikembangkan sebagai bidang ilmu dan keahlian, khususnya pada fakultas syariah.  Oleh karena itu, fiqih dituntut untuk dikembangkan, agar bidang ilmu itu memiliki makna, bagi pengembangan ilmu  dan pengembangan keahlian dan dapat dimanfaaatkan bagi pengembangan kehidupaan manusia.

II.           PEMBAHASAN

Dalam mozaik keilmuan islam, makin ramai kini telah hadir ilmu-ilmu yang merupakan pengembangan dari ilmu awal yaitu ilmu fiqih. Ilmu ini termasuk ilmu terapan yang memiliki kaitannya masalah ibadah karena banyak memberikan pemahaman soal tata cara yang dicontohkan oleh nabi Muhammad SAW melalui ulama terdahulu. Oleh karena itu, dapat dimaklumi apabila dalam kehidupan umat islam fiqih menjadi rujukan utama dalam beramal. Dengan perkataan lain umat islam menempatkan fiqih sebagai sentral ajaran islam.[1]

A.Hukum Islam, Fiqih Dan Ilmu Fiqih.

Para pakar hukum mendefinisikan hukum syariah islam, fiqqih, dan ilmu fiqih diantaranya : Asaf Fyzee (1964: 22-31) menyatakan bahwa syariah dapat diartikan dalam bahasa inggris sebagai cenon law of islam, yakni keseluruhan perintah Allah. Sedangkan fiqih yakni pengetahuan tentang hak-hak dan kewajiban-kewajiban seseorang sebagaimana diketahui dalam Al-qur’an dan sunnah, atau apa-apa yang telah disepakati oleh ulama fiqih.

Sementara itu Abdul Ati (1984:16-17) hukum islam mempunyai fungsi ganda yaitu fungsi syariah dan fiqih. Berkenaan dengan pandangan para pakar tadi, fiqih diidentifikasikan sebagai salah satu dimensi hukum islam. Meliputi berbagai dimensi mulai dari abstrak sampai yang konkrit, meliputi dimensi syariah, fiqih, qannun dan amal. Dari pandangan diatas dapat ditarik berbagai hal :

  • Hukum islam merupakan satu kesatuan sistem
  • Dalam struktural hukum islam terdapat berbagai dimensi
  • Relasi antar berbagai dimensi menunjukan pola hubungan yang rumit (sulit dipilah secara dikotomis)

Begitu juga fiqih memiliki dua dimensi ruang :

  1. fiqih sebagai bagian dari unsur normative dalm entitas kehidupan..
  2. Fiqih sebagai ilmu merupakan seperangkat cara kerja sebagai bentuk praktis dari cara berfikir

B. Wilayah Penelitian Fiqih

Dimensi hukum islam yang dekat dengan umat islam maupun komunitas ilmiah adalah dimensi ilmu fiqih, karena mencakup wilayah kehidupan mulai dari  thaharah sampai jihad. Pada wilayah penelitian fiqih memiliki dua sifat dasar bentuk fiqih dan substansi fiqih. Dalam substansi fiqih (ibadah) meliputi : sholat, puasa, zakat, haji dan an lain-lain.

Disamping itu, untuk keperluan  penyusunan dan perumusan model penelitian fiqih dapat ditambahkan model penelitian substansi fiqih secara khusus. Model penelitian fiqih yang dimaksud adalah :

  1. Model penelitian dalil fiqih
  2. Model penelitian kaidah fiqih
  3. Model penelitian ulama fiqih
  4. Model penelitian ulama fuqaha
  5. Model penelitian mazhab fiqih
  6. Model penelitian kitab fiqih
  7. Model penelitian substansi Fiqih
  8. Model penelitian pengajaran fiqih
  9. Model penelitian institusional fiqih

10.  Model penelitian fiqih dan pola prilaku

11.  Model penelitian masalah fiqih

12.  Model penelitian transformasi fiqih

13.  Model penelitian KHI

14.  Model penelitian perkembangan fiqih

15.  Model penelitian rujukan prilaku

Wilayah penelitian ibadah dan munakahat  baik dalam teks maupun konteks memiliki proporsi yang sangat besar karena kedua substansi itu berkenaan dengan pranata (institusi) tertua, setua kehidupan manusia dalam pergaulan kehidupan mereka.[2]

C. Fokus Dan Pendekatan

Cara garis besar penelitian fiqih merupakan bagian dari pengkajian islam (Islamic studies). Atas dasar itu maka perlu disusun model penelitian fiqih yang terdiri dari :

  1. Fokus penelitian
  2. Tujuan dan kegunaan penelitian
  3. Pendekatan penelitian
  4. Metodologi
  5. Fokus penelitian merupakan wujud spesifikasi yang tercangkup dalam wilayah, keempat model itu saling berhubungan sehingga menampakkan pola hubungan yang simultan. Sehingga menjadi kompleks   fokus yang tercangkup dalam wilayah penelitian fiqih. Secara garis besar fokus penelitian fiqih terdiri dari teks dan konteks. Wujud teks tersimpan dalam berbagai dokumen, yakni kitab-kitab dan media lainnya. Sedangkan wujud konteks merupakan dari bagian dari entitas manusia yang bersifat dinamis dan beragam. Kontinuitas konteks teks dan teks konteks telah berlansung lama dan menembus batas-batas komunitas dan kebudayaan. Menurut Waar den Burg (1998:2-3) kedua aspek itu (teks-konteks) dibagi menjadi lingkup (scope) pengkajian :
    1. Pengkajian teks (normatif) yang biasanya dilakukan oleh muslim untuk memperoleh kebenaran agama
    2. Pengkajian non normative, biasanya dilakukan pada lingkungan perguruan tinggi baik oleh muslim dan non muslim
    3. Pengkajian non normative yang tidak menggunakan perspektif study islam[3]

Kemudian gambaran pendekatan pada penelitian fiqih mewujudkan beberapa hal diantaranya :

  • Dalam penelitian fiqih dapat digunakan beragam pendekatan baik tunggal maupun campuran.
  • Penelitian fiqih digunakan jasa ilmu-ilmu social, ilmu psikologi.

Pada pendekatan antropologis misalnya, digunakan untuk memahami tradisi dan mata rantai intelektual yang berkembang pada lingkungan budaya atau peradaban. Sedangkan pendekatan sosiologis dapat digunakan untuk menjelaskan stuktural social ketika ulama memproduk pemikirannya.

D. Perencanaan Penelitian

Ketika penelitian dianggap suatu kegiatan, maka ia dilakukan secara bertahap. Hal ini menunjukan bahwa penelitian tentang suatu fokus dan wilayah penelitian tak pernah berhenti. Secara garis besar tahapan kegiatan penelitian meliputi :

  1. Perencanaan penelitian
  2. Pelaksanaan penelitian
  3. Laporan penelitian
  4. Komunikasi hasil penelitian

Sementara itu, untuk mengarahkan pelaksanakan penelitian memerlukan kerangka berfikir yang selanjutnyan menjadi kerangka analistis. Kerangka berfikir itu dapat berupa kerangka teori yang didasarkan pada tinjauan pustaka. Isi dari tinjauan pustaka dan kerangka berfikir merupakan pendekatan wujud operasional dari pendekatan penelitian, sama halnya pada metode atau cara penelitian fiqih.[4]

Dalam rencana penelitian itu mencangkup beberapa unsure: judul penelitian, latar belakang penelitian, perumusan fokus atau masalah penelitian, tujuuan dan kegunaan penelitian, tujuan pustaka, kerangka berfikir, hipotesa (apabila diperlukan), penentuan metode penelitian, penentuan dan pemilihan sumber data dan penentuan cara pengumpulan data serta analisa data.

Walaupun penelitian fiqih sesuai dengan metodeloginya, tak dipungkiri kritik dan modifikasi harus dikembangkan agar wacana penelitian dilakukan secara dinamis.

III.         PENUTUP

Demikianlah makalah yang kami presentasikan yaitu tentang Model Penelitian Fiqih semoga menjadi stimulus bagi para pembaca dan bermanfaat bagi kita semua.Kami harapkan kritik dan saran yang bersifat membangun, pada akhirnya kami ucapkan terima kasih.

DAFTAR PUSTAKA

Hasan Bisri, Cik. 2003.Metode Penellitian Fiqih, (Bogor:Prenada Media) Cet.I


[1] Cik Hasan Bisri, Metode Penellitian Fiqih, (Bogor:Prenada Media), 2003,cet.1.hl.1

[2] Ibid, hl.13

[3] Ibid, hl.17

[4] Ibid, hl.31

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: