Beranda > Hukum Ekonomi Politik, Tugas Individu, Tugas Kelompok > Investasi Sektor Riil Dan Sektor Non-Riil Dalam Perspektif Ekonomi Islam_Bagian 3

Investasi Sektor Riil Dan Sektor Non-Riil Dalam Perspektif Ekonomi Islam_Bagian 3

BAB III

KERANGKA TEORI

A. Pengertian Investasi Sektor Riil dan Non Riil

Mungkin selama ini kita sering mendengar istilah Investasi. Yang sering diartikan mengorbankan sesuatu dimasa sekarang untuk mendapatkan sesuatu dimasa mendatang dengan harapan tentu lebih baik dan itu sependapat dengan Abdul Halim (2005:4) investasi pada hakikatnya merupakan penempatan sejumlah dana dengan harapan memperoleh keuntungan dimasa mendatang.[1] Namun pengertian “investasi” bukan hanya milik para pebisnis semata tapi juga patut dimiliki/digunakan oleh para pelajar dan mahasiswa karena dalam riilnya secara tidak langsung mereka telah menerapkan bentuk investasi yang dilakukan dan tujuan dari investasi tersebut bagi mereka, investasi mereka pada saat ini pada ilmu, bukan pada pada profit walau setelah menyelesaikan bangku kuliah mereka berusaha mempergunakan ilmu tersebut untuk mencari kerja yang otomatis juga berorentasi pada profit.[2]

Pembahasan ruang lingkup gerak investasi luas dan tidak ada batas. Dalam kamus ilmiah investasi diartikan sebagai penanaman modal uang (perbekalan, permodalan), dan itu selaras dengan prinsip orang dulu yang mana menanam pohon itu secara tidak langsung untuk dinikmati anak-anaknya.

Berikut ini adalah beberap definisi tentang investasi:

  1. Frank J. Fabozzi (1995:1) mendefinisikan manajemen investasi sebagai proses pengelolaan uang.[3]
  2. Menurut ekonom America Paul L Krugman dan Maurice Obstfeld (1999:10) mengatakan bahwa bagian output yang digunakan oleh perusahaan-perusahaan swasta guna menghasilkan output pada masa mendatang bisa disebut sebagai investasi.[4]
  3. Menurut PSAK Nomor 13 dalam standar Akuntansi Keuangan per 1 Oktober 2004 investasi adalah suatu aktiva yang digunakan oleh perusahaan untuk menumbuhkan kekayaan (accretion of wealth) melalui distribusi hasil investasi (seperti bunga, royalty, deviden, dan uang sewa), untuk apresiasi nilai investasi, atau untuk manfaat lain bagi perusahaan yang berinvestasi seperti manfaat yang diperoleh melalui hubungan perdagangan. Presediaan dan aktiva tetap bukan merupakan investasi.

4. Menurut teori Reilly & Brown, investasi adalah:[5] ” komitmen untuk mengikatkan aset saat ini untuk beberapa periode waktu ke masa depan guna mendapatkan penghasilan yang mampu mengkompensasikan pengorbanan investor berupa: (1) keterikatan aset pada waktu tertentu(2) tingkat inflasi (3) ketidaktentuan penghasilan dimasa mendatang.”

Dari berbagai pendapat tersebut, maka investasi dapat disederhanakan menjadi: menanamkan atau menempatkan aset, baik berupa harta maupun dana, pada sesuatu yang diharapkan akan memberikan hasil pendapatan atau akan meningkatkan nilainya di masa mendatang.

Berbagai macam investasi dapat dilakukan dalam berbagai bidang kehidupan manusia, mulai dari yang sangat sederhana sampai investasi yang sangat rumit dan memerlukan pengetahuan khusus. Namun secara umum investasi dapat dibagi menjadi dua bagian besar, yaitu:[6]

1)      Investasi di Sektor Riil (Real Asset). Investasi di produk yang lebih terlihat secara “fisik”, misalkan sektor produksi, property, dan lain-lain.

2)      Investasi di Sektor Non Riil (Financial Asset). Investasi di produk-produk pasar keuangan dan turunannya yang lebih “tidak terlihat” secara fisik, misalkan saham biasa dan obligasi. Dengan kata lain investasi non riil atau investasi keuangan adalah menanamkan dana pada surat berharga (financial asset) yang diharapkan akan meningkat nilainya di masa mendatang.

Bagi beberapa orang yang ingin melakukan investasi yang menguntungkan atau setidak-tidaknya untuk mengamankan kekayaan dari berbagai resiko yang mungkin terjadi, dia mempunyai banyak pilihan investasi,[7] tapi berinvestasi itu tidak seperti asumsi orang selalu untung tapi juga bisa mengalami kerugian sedikit bahkan berlipat.

B. Perbedaan Investasi Konvensional dan Investasi Ekonomi Islam (Syariah)

Jika kita lihat riilnya dari sub di atas bahwa secara tidak langsung investasi kontemporer atau investasi dalam konvensional itu didominasi oleh motif keuntungan (returns) .[8]

Jika dalam ekonomi konvensional faktor keuntungan adalah segalanya, maka dalam perspektif ekonomi Islam, investasi bukanlah melulu bercerita tentang berapa keuntungan materi (returns) yang bisa didapatkan melalui aktivitas investasi, tapi ada beberapa faktor yang mendominasi motivasi investasi dalam Islam.[9] Pertama, akibat implementasi mekanisme zakat maka asset produktif yang dimiliki seseorang pada jumlah tertentu (memenuhi batas nisab zakat) akan selalu dikenakan zakat, sehingga hal ini akan mendorong pemiliknya untuk mengelolanya melalui investasi. Dengan demikian melalui investasi tersebut pemilik asset memiliki potensi mempertahankan jumlah dan nilai assetnya. Berdasarkan argumentasi ini, aktifitas investasi pada dasarnya lebih dekat dengan prilaku individu (investor/muzakki) atas kekayaan atau asset mereka daripada prilaku individu atas simpanan mereka. Sejalan dengan kesimpulan bahwa sebenarnya ada perbedaan yang mendasar dalam perekonomian Islam dalam membahas prilaku simpanan dan investasi, dalam Islam investasi lebih bersumber dari harta kekayaan/asset daripada simpanan yang dalam investasi dibatasi oleh definisi bagian sisa dari pendapatan setelah dikurangi oleh konsumsi.

Kedua, aktivitas investasi dilakukan lebih didasarkan pada motifasi social yaitu membantu sebagian masyarakat yang tidak memiliki modal namun memiliki kemampuan berupa keahlian (skill) dalam menjalankan usaha, baik dilakukan dengan bersyarikat (musyarakah) maupun dengan berbagi hasil (mudharabah). Jadi dapat dikatakan bahwa investasi dalam Islam bukan hanya dipengaruhi factor keuntungan materi, tapi juga sangat dipengaruhi oleh factor syariah (kepatuhan pada ketentuan syariah) dan faktor sosial (kemashlahatan ummat).

Investasi merupakan kegiatan yang sangat dianjurkan, karena dengan berinvestasi harta yang dimiliki menjadi produktif dan juga mendatangkan manfaat bagi orang lain. Investasi pula adalah cara yang sangat baik agar harta itu dapat berputar tidak hanya dalam segelintir orang saja. Dengan Investasi, maka akan mendorong distribusi pendapatan yang baik pada masyarakat. Namun demikian investasi sebagai kegiatan ekonomi haruslah berdasarkan kepada prinsip-prinsip hukum muamalah, yaitu:[10]

1)      Pada dasarnya segala bentuk muamalat adalah boleh kecuali yang dilarang oleh nash.

a)      Menetapkan kebolehan tidak perlu mencari dasar hukum syara’.

b)      Nash tidak dimaksudkan sebagai pembatasan.

c)      Menciptakan bentuk muamalah baru tidak perlu mencari padannya (qiyas) dalam nash.

d)      Menetapkan kebolehan tidak perlu menganalogkan atau mentakhrij hasil ijtihad para ulama

e)      Tidak melanggar nash yang mengharamkan.

2)      Muamalat dilakukan atas pertimbangan maslahah

3)      Muamalat dilaksanakan untuk memelihara nilai keadilan.

Dalam hal hubungan antara investasi dan tabungan, faktor penting yang menjadi pembeda antara sistem keuangan konvensial dan sistem keuangan syariah adalah bunga. Dalam konvensional hubungan investasi dan tabungan dihubungkan oleh peran bunga dalam perekonomian. Sehingga bunga menjadi indikator fluktuasi yang terjadi di investasi dan tabungan. Ketika bunga (bunga simpanan dan bunga pinjaman) tinggi maka kecenderungan tabungan akan meningkat, sementara investasi relatif turun. Begitu sebaliknya, ketika bunga rendah, maka tabungan akan menurun dan investasi akan meningkat. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa motivasi dalam aktivitas tabungan dan investasi dalam konvensional didominasi oleh motif keuntungan (returns) yang bisa didapatkan dari keduanya. Sedangkan dalam dalam perekonomian islam sistem bunga tidak ada. Sebagai penggantinya adalah sistem bagi hasil (profit and loss sharing). Dengan demikian maka hubungan investasi dan tabungan dalam perekonomian Islam tidak sekuat seperti yang ada dalam konvensional.


[1] Irham Fahmi, Analisis Investasi dalam Prespektif Ekonomi dan Politik (Bandung: PT Refika Aditama, 2006), hal 2.

[2] Ibid, hal 1.

[3] Ibid, hal 2.

[4] Ibid.

[5] http://www.fxcm.com (senin, 20 Agustus 2007).

[6] Ibid..

[7] Kamaruddin Ahmad, S. E, Dasar-Dasar Manajemen Investasi [Jakarta: PT Rineka Cipta, 1996] hal 2.

[8] Panji Blog [Selasa, 25 September 2005).

[9] Ibid.

[10] Fathurrahman Djamil, Hubungan Antara Ekonomi Dan Hukum Dalam Islam, Materi pada Mata Kuliah Hukum Bisnis Islam Program Pasca Sarjana Universitas Muhammadiyah Jakarta.

  1. 3 Maret 2014 pukul 11:50 | #1

    Wonderful items from you, man. I’ve consider your
    stuff previous to and you are simply extremely excellent.
    I really like what you have received right here, really
    like what you’re stating and the best way wherein you are saying it.
    You make it entertaining and you still care for to stay it
    smart. I cant wait to read much more from you. This is really a wonderful website.

  2. 15 Februari 2014 pukul 15:35 | #2

    Fantastic beat ! I would like to apprentice while you amend your website, how
    could i subscribe for a blog web site? The account aided me a
    acceptable deal. I had been tiny bit acquainted of this your broadcast offered bright clear
    idea

  3. 25 Januari 2014 pukul 11:06 | #3

    Quality content is the secret to attract the users to go to see the
    web site, that’s what this web page is providing.

  4. 26 Agustus 2013 pukul 07:20 | #4

    When someone writes an article he/she keeps the thought of a user in
    his/her mind that how a user can understand it.
    So that’s why this paragraph is outstdanding. Thanks!

  5. 12 Juli 2013 pukul 00:08 | #5

    Asking questions are really good thing if you are not understanding anything completely, however this article offers nice understanding yet.

  6. 26 Juni 2013 pukul 16:46 | #6

    These are in fact great ideas in about blogging.
    You have touched some pleasant factors here. Any way keep up wrinting.

  7. 7 Oktober 2012 pukul 11:32 | #7

    Hey there! I’ve been following your site for a long time now and finally got the bravery to go ahead and give you a shout out from New Caney Texas! Just wanted to say keep up the great work!

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: