Hukum Islam Di Negara Turki

Oleh: Yanti Quesyah dan Khoiruddin

I. PENDAHULUAN

Perkembangan hukum islam, seperti yang telah dapat kita fahami dari penelitian baru-baru ini, menggambarkan dengan cara yang amat bermakna fenomena saling bergantungan dari kesatuan dan keragaman dalam peradaban islam.[1]

Salah satu fenomena yang muncul di dunia muslim pada abad 20 adalah adanya usaha pembaharuan hukum keluarga (perkawinan, perceraian, dan warisan) di negara-negara mayoritas muslim. Turki misalnya, melakukan pembaharuan pada tahun 1917.

Turkiye cumhuriyeti (Republik of Turkey) yang diproklamirkan sebagai negara modern sejak tahun 1924, yang memiliki motto nasional yurthha sulh, cihandra sulh (peace at home, peace in the world) bukanlah negara agama, tetapi ia menjamin kebebasan beragama.[2] Bahkan menurut sejarah, sikap kerajaan Turki pada masa kejayaannya cenderung tidak memaksakan agama setelah berhasil menaklukan dan menguasai suatu wilayah, mereka tetap memberikan kebebasab pihak gereja untuk menangani urusan umatnya, selain itu dengan melindungi sejumlah gereja Kristen telah menimbulkan simpatik masyarakat setempat terhadap penguasa usmani.

Untuk itu pemakalah akan menyajikan perkembangan serta pembaharuan hukum islam terutama mengenai hokum perdata islam di Turki.

II. PEMBAHASAN

a. Selayang pandang negara Turki

i. Letak Geografis dan keadaan Penduduk

Turki negara Eropa Tenggara dan Asia kecil, berbatsan dengan Georgia, Armenia, Azerbaijan, dan Iran di timur, Irak, Suriah dan laut tengah di selatan, laut hitam di utara, laut Aegea di barat, dan Yunani serta di barat laut. Luas :779.452 km2, diantaranya 755.688 km2 di Asia kecil (Semenanjung Anatolia) da 23.764 km2 di Eropa Tenggara. Penduduk :56.941.000 (1990), sebagian besar diantaranya termasuk etnis Turki. Agama : Islam (98%). Ibu kota :Ankara.

Persinggungan islam dengan Turki melalui sejarah panjang, terhitung sejak abad pertama hijriah hingga suku-suku Turki menjadi penganut dan pembela islam.[3]

ii. Proses Politik

Ketika politik multi partai diperkenalkan di Turki pada tahun 1946, dakwaan bahwa umat islam tidak dapat beribadah dengan bebasa muncul secara menonjol diantara tuduhan –tuduhan yang dilemparkan kepada  Parta Rakyat Republik yang telah berkuasa selama 27 tahun. Dakwaan ini datang dari sejumlah partai politik yang baru saja terbentuk dengan suatu ideology islam yang samar-samar sebagai dasarnya. Partai-partai itu antara lain :

  • Partai Pembangunan Nasional (Party of  National Development)
  • Partai Keadilan Sosial (Party of Social Justice)
  • Partai Tani (the cultivator peasent party)
  • Partai Pembela Kemurnian (party of purification protection)
  • Dan Partrai Konservatif Turki (Turkish conservative Party)

Akan tetapi setelah pemilu tahun 1950 (pemilu bebas pertama Turki) semua partai itu harus bubar cepat atau lambat karena tidak memiliki dukungan pemilih.[4]

iii. Perubahan Sosial

Dalam periode 1960-1978, angka rata-rata kenaikan GNP perkapita Turki mencapai 3,6 persen/tahun. Ini merupakan sukses besar. Sementara itu pertambahan penduduk Turki sangat mencolok. Kalau  tahun1940 penduduknya berjumlah 17 juta, maka kini mencapai 56.941.000 jiwa. Turki merupakan satu-satunya negara Timur Tengah yang memiliki dua kota besar yang berkembang dengan rata-rata diatas 5 persen/tahun.

iv. Pembangunan Bidang Agama

Meskipun Turki termasuk negara sekular, pertumbuhan keagamaannya sangat mencolok. Hal ini bisa dilihat dari banyaknya penduduk yang menjadi anggota sekte-sekte keagamaan. Pembangunan gama itu sendiri dilakukan oleh pemerintah.

Dalam bidang sarana keagamaan, Turki sekarang ini memiliki tidak kurang dari 62.000 masjid dan pembangunan masjid mencapai 1500 buah/tahun. Penjualan  buku-buku dan kaset-kaset keagamaan menunjukan angka peningkatan yang sangat besar. Selain itu telakh dibangun lebih dari 2.000 unit sekolah Al-qur’an.

b. Hukum islam Turki

Ketika Imperium kerajaan usmani masih berkuasa, imperium memberlakukan system yudisial dan legal yang digabungkan dengan syariah khususnya yurisprudensi mazhab Hanafi dimana pengadilan diarahkan untuk menerapkan keputusan berbagai kasus. Sistem nin ditopang oleh lembaga keagmaan yang nyaris independen dari  kekuasaan sultan (kepala pemerintahan).[5]

Sultan tidak boleh sewenang-wenang memberlakukan hokum syariah tanpa legitimasi berupa fatwa dari lembaga mufti. Di pihak lain, mufti memiliki kewenangan untuk memilih para hakim yang mengatur pemberlakuan syariah di seluruh wilayah kerajaan. Namun pada masa abad 19, bersamaan dengan lengsernya kekuasaan usmani, semua lembaga-lembaga keagamaan ini tidak lagi diberlakukan.

Untuk sistematisasi serta kodifikasi system hokum, pada tahun 1839 dikeluarkan dekrit Imperium Hatt-I Syarif sebagai pondasi bagi rezim legislative modern.[6]

Revolusi politik yang telah memporak-porandakan wilarayh imperium usmani dan melengserkan jabatan khalifah ikut memberi dampak terhadap penggantian UU sipil tahun 1876 dan hokum keluarga yang baru ditetapkan pada tahun 1915 dan 1917 serta hukum waris dalam mazhab Hanafi yang belum sempat terkodifikasi dengan UU sipil pada tahun 1926.

Sebelumnya untuk kasus-kasus yang berkaitan dengan status perseorangan, hubungan keluarga dan waris, telah diatur oleh pemerintah usmani secra formal dengan mengadopsi hokum dari mazhab Hanafi, tetapi hanya berlangsung sampai tahun 1915, perubahan terjadi karena tuntutan perubahan kondisi social yang terjadi, sekalipun upaya perealisasiannya dilakukan secara bertahap.

c. Materi Hukum Keluarga Turki

i. Pertunangan

Hukum keluarga Turki mendorong pengadilan untuk tidak mengadakan perjanjian khusus pernikahan.[7]Jika pesta pertunangan sudah dilakukan, ternyata perjanjian pernikahan batal, pihak yang dianggap bertanggung jawab dengan pembatalan dibebani kewajiban membayar ganti rugi berupa ganti biaya pesta yang telah dikeluarkan. Ulama Hanafiyah menjelaskan bahwa khitbah bertujuan menjajaki kedua belah pihak sehingga dimungkinkan muncul perasaan cinta dan suka sama suka. Jika ada hadiah yang diberikan dalam pesta pertunangan yang gagal tersebut, hadiah yang dimaksud harus dikembalikan nilainya dalam batas waktu satu tahun.

ii. Umur Pernikahan

Dalam undang-undang Turki umur minimal seseorang yang hendak nikah adalah 18 tahun bagi laki-laki dan 17 tahun bagi perempuan.Dalam kasus-kasus tertentu pengadilan dapat mengizinkan pernikahan pada usia 15 tahun bagui laki-laki dan14 tahun bagi perempuan setelah mendapat izin dari orang tua atau wali.[8]

Di Turki perkawinan pada usia lebih rendah dari usia minimum yang mendapat izin dari pengadilan merupakan kasus pengecualian dan secara umum dilakukan dengan izin wali nikah.[9]

iii. Poligami

Undang-undang Turki melarang perkawinan lebih dari satu selama perkawianan pertama masih berlangsung. UU itu menyatakan bahwa seorang tidak menikah , jika dia tidak membuktikan bahwa pernikahan yang pertama bubar karena kematian, perceraian atau pembatalan. Pernikahanyang kedua dinyatakan tidak sah oleh pengadilan atas dasar bahwa orang tersebut telah berumah tangga saat menikah.

Dalam ottoman law offamily Rights (Qanun qarar al-huquq Al-a’ilah al-usmaniyah) tahun 1917 pasal 38 menetapkan dibolehkannya taklik talak bagi  isteri bahwa suaminya tidak boleh menikah lagi dengan wanita lain (poligami).tahun 1915, sultan dalam ketetapannya mwenyatakan bahwa isteri dapat minta cerai kalau suami meninggalkan istrinya. Ketetapan lain dikeluarkan pada tahun yang sama, seorang isteri dapat minta cerai dengan alas an suami kena penyakit yang menyebabkantidak mungkin hidup bersama  sebagai suami isteri.[10]

Mengenai poligami, Tahir Mahmood mengutip Al-qur’an (IV:3)yang mengatakan meskipun seseorangdiizinkan mempunyai empat isteri pada waktu yang sama, namun mereka yang tidak memperlakukan isteri-isterinya secara  adil dan setar tidak boleh melakukannya.Perkawinan monogamy akan lebih baik Karen amenghindarkan laki-laki berbuat tidak adil izin bagi laki-laki untuk melakukan poligami sangat kondisional, tidak absolute dan karenanya sangat ketat dengan peraturan , perjanjian atau hukum.[11]

iv. Resepsi Pernikahan

UU sipil menyatakan bahwa perkawinan boleh dirayakan sesuai dengan agama masing-masing jika dikehendaki, namun pendaftaran dilakukan sebelum perayaan tersebut. Setelah syarat formalitas dipenuhi sesuai dengan peraturan yang berlaku, kedua pasangan boleh merayakan pernikahan.

v. Syarat-syarat Pernikahan

Para ulama menetapkan 10 persyaratan bagi keabsahan suatu pernikahan, dan persyaratan tersebut telah disepakati :

  • Calon mempelai wanita tidak mahram (yang haram dinikahi) bagi calon mempelai laki-laki, baik dalam waktu tertentu maupun selamanya.
  • Shigat ijab Kabul tidak temporal.
  • Ada dua orang yang adil
  • Pernikahan dilakukan dengan sukarela oleh kedua belah pihak atau tidak dengan paksaan.
  • Kedua calon mempelai jelas jati dirinya
  • Tidak sedang melakukan ihram haji atau umroh
  • Mempelai laki-laki dan para saksi tidak merahasiakan pernikahan
  • Pernikahan dengan memberi mas kawin (mahar)
  • Salah satu dari kedua calon mempelai tidak sedang sakit membahayakan
  • Ada wali yang menikahkan

vi. Pembatalan Pernikahan

Suatu pernikahan harus dibatalkan di bawah UUsipil Turki dalam kondisi berikut :

  • Salah satu pihak telah berumah tangga saat menikah
  • Salah satu pihak pada saat menikah menderita sakit jiwa atau penyakit permanen lain
  • Pernikahan termasuk yang dilarang

vii. Perceraian dan pemisahan

Menurut UU sipil Turki ada 6 hal yang membplehkan suami isteri menuntut pengadilan mengeluarkan dekrit perceraian, dengan catatan meskipun dekrit perceraian telah diterbitkan, pengadilan boleh memberikan pemilahan yudisial jika rekonlisiasi diantara pasangan memungkinkan. Jika pemilahan diberikan dan tidak ada rekonsiliasi yang terjadi diantara keduanya sampa[ akhir periode yang diberikan, salah satu pihak boleh meminta cerai. Keenam hal tersebut adalah :

  • Salah satu pihak telah memutuskan
  • Salah satu pihak menyebabkan luka bagi pihak lain
  • Salah satu pihak telah melakukan tindak criminal yang membuat hubungan perkawianan tidak bisa ditolelir untuk dilanjutkan.
  • Salah satu pihak telah pindah rumah dengan cara yang tidak etis atau tanpa ada sebab yang jelas selama sekurang-kurangnya 3 bulan
  • Salah satu pihak menderita penyakit mental yang membuat hubungan perkawinan tidak bisa ditolelir, yang dinyatakan dengan keterangan dokter dalam periode sekurang-kurangnya 3 tahun
  • Hubungan suami dan isteri sedemikian tegang sehingga hubungan perkawinan tidak bisa ditolelir

viii. Hukum Waris

Buku ketiga UU sipil berkaitan dengan kewarisan. Buku ini mengenalkansemua skema warisan tanpa wasiat, yang diadopsi dari UU swizerland. Hukum Hanafi tentang kewarisan sebelumnya telah diikuti oleh Turki sampai pada tahun 1926 dan kemudian diganti dengan skema baru.

Salah satu bagian terpenting yang ditawarkan adalah prinsip kesetaraan antara laki-laki perempuan yang berkaitan dengan kewarisan. Al-qur’an menun jukkan tingkat kedekatan proposisi bahwa kesamaan laki-laki harus terjadi dalam pembagian dua kali perempuan.

UU sipil Turki menetapkan bahwa anak-anak yang ditinggal mati oleh ayah harus mendapatkan warisan sama dengan.

III. PENUTUP

Dinamika pemikiran hukum islam di Turki berkembang jauh lebih awal dibandinh Negara-negara muslim lain dengan munculnya Hatt-I Syarif , sebuah dekrit Imperium Turki yang diterbitkan tahun1839 yang dimaksudkan sebagai peganagn untuk legislasi hukum modern. Setelah itu pembaharuan terus berguir merespon perubahan kondisi social, politik serta budaya. Dinamika tersebut memberi Inspirasi kepada cerdik cendikiawan di  Negara-negara muslim lainnya untuk mengadakan usaha yang sama.

DAFTAR PUSTAKA

Gustave E. Von Grunebaum, 1975.Islam Kesatuan Dalam Keragaman, (Jakarta : Pt.Karya Uni press), cet.II..

Atho Muzhdar & Khairuddin Nasution,2003. Hukum Keluarga di Dunia Islam Modern, (Jakarta:Ciputat Press),

Van Hoeve,1994. Ensiklopedi Islam, (Jakarta: PT.Ichtiar Baru),

Tahir Mahmood, 1987.Personal Law in Islamic Countries (History, Text, Comperative Analysis, (New Delhi : Academy of law and religion),

Naskah Hukum Keluarga Turki ,1952 pasal II ayat I.

Muhammad Amin, al-shahir bi ibn ibidin, hasyiyah Radd Al-mukhtar,(Beirut : Dar al-fikr),

Lihat Kompas, kamis 12 oktober 2000

Khairuddin Nasution,2002. Status Wanita Di Asia Tenggara, (Jakarta : INIS)


[1] Gustave E. Von Grunebaum, Islam Kesatuan Dalam Keragaman, (Jakarta : Pt.Karya Uni press),1975, cet.II..hl.79

[2] Atho Muzhdar & Khairuddin Nasution, Hukum Keluarga di Dunia Islam Modern, (Jakarta:Ciputat Press), 2003,hl.36.

[3] Van Hoeve, Ensiklopedi Islam, (Jakarta: PT.Ichtiar Baru), 1994,hl.114

[4] Ibid.hl.116

[5] Atho muzdhar & Khairuddin Nasution, Hukum Keluarga di Dunia Islam Modern, (Jakarta:Ciputat Press), 2003,hl.37

[6] Tahir Mahmood, Personal Law in Islamic Countries (History, Text, Comperative Analysis, (New Delhi : Academy of law and religion), 1987,hl.263

[7] Naskah Hukum Keluarga Turki ,1952 pasal II ayat I.

[8] Muhammad Amin, al-shahir bi ibn ibidin, hasyiyah Radd Al-mukhtar,(Beirut : Dar al-fikr),hl.599

[9] Lihat Kompas, kamis 12 oktober 2000

[10] Khairuddin Nasution, Status Wanita Di Asia Tenggara, (Jakarta : INIS),2002,HL.245

[11] Lihat Kompas, ibid

  1. 26 Juli 2013 pukul 21:41

    Sip Smart: Use a Tall, Thin GlassUse a tall, skinny glass instead of a short, wide tumbler to cut liquid calories — and
    your weight which can have large adverse affects on your diabetes.
    Fat Watchers is just certainly one of a lot of calories.

    It sounds paradoxical and it is a simple matter to choose dishes that avoid them.
    There is also a danger that once you come off the diet pills your dieting at 30 appetite returns.

  2. Arif
    16 Juni 2010 pukul 02:59

    Waaahh….jadi tambah pinter nihh…. Thanks a lot ya…to owner this Blog….

  1. No trackbacks yet.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: